Ini Kondisi Masa Kecil Nabi Muhammad SAW

Islamisme.org – Beberapa ulama menyebutkan tanda-tanda istimewa saat kelahiran Nabi Muhammad ﷺ. Di bawah ini beberapa kitab yang menerangkan tanda-tanda kelahiran Nabi Muhammad  dan keistimewaan beliau, yang tidak sama dengan manusia lain.

Dalam Kitab Shirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam, (halaman 166) disebutkan;

“Dijelaskan bahwa Ibunda Nabi, Sayyidah Aminah binti Wahab beliau berkata, “Bahwa ketika sedang mengandung Rasulullah ﷺ beliau didatangi oleh Malaikat (semacam mendapat ilham) yang berkata, “engkau saat ini sedang menangdung dari tuan seluruh umat ini. Maka apabila ia telah lahir, maka ucapkan, Uidzuhu bil wahid min kulli sarri kulli hasid. (Aku memohon perlindungan atas bayiku ini, dari Tuhan yang Maha Satu, dari keburukan orang-orang yang iri, dengki terhadapnya. Lalu suara itu berkata, beri dia nama Muhammad. Dan ibunda Nabi melihat sebuah cahaya yang terang-benderang, yang dengan cahaya itu, beliau bisa melihat gedung-gedung bangunan di Syam (Suriah) dan Bashra/Bushro.”

Dalam Kita Adz-Dzakhair Al-Muhammadiyah (Karya Syeikh Muhammad bin Alawi al Maliki al Hasani); tentang kelihan Nabi, dijelaskan;

“Nabi ﷺ dilahirkan  di hari Senin, bulan Rabiul Awwal di Tahun Gajah. Ada yang berpendapat, tahun kedua setelah kedatangan Pasukan Abrahah. Ada pendapat yang mengatakan, tahun ketika setelah peristiwa Abrahah. Bahkan ada pendapat yang mengatakan, 12 tahun setelah Peristiwa Gajah.”

Dalam kitab ini juga disebutkan, “Bahwa Nabi Muhammad ﷺ dilahirkan dalam keadaan sudah berkhitan dan terputus pusarnya. Dan pada malam kehaliran Nabi terjadi hal-hal ajaib dan aneh (irhas). Di antaranya; terbalik dan hancurnya berhala-berhala. Adanya cahaya yang menyertain insan mulia ini hingga menyinari seluruh Kota Makkah, terlihatnya gedung-gedung tinggi di Syam dan goyangnya gedung-gedung di negara Kisra.”

Tanda-tanda ini juga sudah sangat masyhur, juga disebutkan dalam Kitab Syama’il Muhammadiyah (pembahasan tentang sosok dan perilaku Nabi Muhammad ﷺ).

Bahkan dalam Kita Maulid Al Barzanji disebutkan, Nabi dilahirkan dalam keadaan bersih (nadhidfan), mahtunan (berkhitan), dan mengeluarkan cahaya, yang dengan sinarnya bisa dilihat gedung gedung di Negari Syam.

Dalam Kitab Alfiyatus Shirah lil Iraqi ada lantunan syair tentang kehaliran Nabiﷺ;

“Ketika Nabi lahir, ‘Arsy goncang (menari),

Dan mahluk yang bernama kursi, bertambah kewibawannya,

Dan seluruh malaikat bergemuruh, menyampaikan keagungan pada Allah Subhanahu Wata’ala, membaca tahlil, tasbih dan istighfar,

Bahkan langit bercahaya.”

Dari keterangan ini menunjukkan, Nabi ﷺ lahir tidaklah biasa-biasa saja, layaknya kelahiran manusia pada umumnya. Jadi tidak benar masa kecil Nabi itu kotor, dekil, rembes (bulukan, red).

Dalam Kitab Wasa’ilul Wushul Fi Syamailir Rosul (Karya  Syaikh Yusuf bin Isma’il an Nabhaniy, halaman 227) yang mengutip dari Kitab Asy Syifa’ yang menceritakan keadaan-keadaan Nabi Muhammad ﷺ. Dalam Kitab Asy Syifa’ Imam Qadhi ‘Iyadh disebutkan; Nabi dilahirkan dalam keadaan sudah berkhitan dan tali pusarnya sudah putus. Diriwayatkan dari Ibunda Siti Aminah berkata, “Aku melahirkan putraku dalam keadaan bersih (nadhifan ma bihi qazar).” (sumber dari video Habib Abubakar Assegaf Pasuruan).

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here