Hukum Main Handphone saat Khatib Khutbah Jumat

Beberapa kali saat khutbah Jum’at berlangsung biasanya ada banyak kawula muda hingga dewasa memainkan HP. Pertanyaannya, apakah ini masuk kategori sia-sia yang bisa merusak pahalah Jumat sebagaimana yang terdapat dalam hadits berikut?

Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمْعَةِ: (أَنْصِتْ) وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ

“Pada hari Jumat, apabila kamu mengatakan, ‘Diamlah!’ kepada sahabatmu, padahal imam sedang berkhutbah, maka kamu telah berbuat sia-sia.” (HR. Bukhari, Muslim)

Kata kunci dalam hadits tersebut adalah masuk kategori sia-sia orang yang menyibukkan diri dengan selain mendengarkan khutbah Jum’at. Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam “Fathul-Baari” mengatakan bahwa perbuatan seperti amar ma’ruf nahi munkar yang dilakukan saat imam sedang berkhutbah, tidak masuk kategori ini.

Artinya, makmun boleh melakukan sesuatu selain menyimak khutbah, selama memang ada keperluan yang dibenarkan syariat. Sebagai contoh lain, misalkan saat khutbah berlangsung, tiba-tiba HP berbunyi karena lupa mematikannya, maka tindakan mematikan HP, bukan termasuk dalam kategori perbuatan sia-sia.

Adapun sengaja memainkan HP untuk mengakses media sosial atau aplikasi lainnya, maka hal ini masuk dalam kategori perbuatan sia-sia. Sebab, yang diperintahkan saat khutbah berlangsung adalah menyimak dengan baik pesan dari khatib.

Dalam kaidah ushul fikih, asal perintah adalah wajib selama tidak ada indikasi dalil yang memalingkannya. Maka, konsekuensinya, segala sesuatu selain mendengarkan imam, ketika dilakukan bisa membuatnya telah melakukan kesia-siaan.

Sebagai perbandingan adalah hadits berikut, “Barangsiapa yang berwudhu, lalu ia menyempurnakan wudhunya, kemudian mendatangi Jum’at, mengengarkan (khutbah) tanpa berkata-kata, maka akan diampuni (dosa-dosa yang dilakukannya) antara hari itu dengan hari Jum’at yang lain, ditambah tiga hari. Dan barangsiapa yang memegang-megang batu kerikil, maka ia telah berbuat kesia-siaan.” (HR. Muslim)

Ungkapan, “Dan barangsiapa yang memegang-megang batu kerikil, maka ia telah berbuat kesia-siaan.” Memegang batu kerikil di sini disebut sia-sia karena menyibukkan diri dengan selain menyimak khutbah Jum’at.

Memegang kerikil saja masuk kategori sia-sia, apalagi HP yang dampak kesia-siaannya lebih besar daripada sekadar batu. Semoga, hal ini bisa menjadi perhatian serius bagi siapa saja yang sedang mendengarkan khutbah Jumat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here